7 mitos tentang khitan

7 mitos tentang khitan
7 mitos tentang khitan - Dalam masyarakat kita, dia menyebarkan beberapa kesalahan dan mitos tentang penyunatan. Beberapa tampaknya terkait secara medis, beberapa tidak terkait, bahkan takhayul, dan bertentangan dengan agama. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan medis, kesalahpahaman, dan beberapa keyakinan salah yang terkait. Ada beberapa kesalahan dan mitos sangat meluas, itu sebabnya kami mencoba meluruskannya.

Pertama. Sunat hanya Adat, bukan Doktrin Islam
Di masyarakat Indonesia, sunat sudah lama dikenal. Yang perlu kita pahami, ketika seorang muslim melakukan sunat, basis utama hedaknya tidak hanya mengikuti kebiasaan. Tapi Anda harus percaya bahwa sunat adalah ajaran Islam dan perintah agama. Beberapa Muslim masih belum menyadari hal ini. Mereka melakukan sunat karena mereka mengikuti kebiasaan, atau hanya ingin mendapatkan tunjangan kesehatan saja. Ini tidak sepenuhnya benar. Seorang Muslim saat disunat harus disertai dengan maksud bahwa itu adalah perintah religius dan bagian dari kewajiban yang patut disembah. Dengan demikian, seseorang akan diberi imbalan karena melakukan penyunatan penyembahan.

Kedua. "Selamat pagi" untuk disunat.
Beberapa orang memilih waktu tertentu untuk disunat. Hal ini sering ditemukan selama latihan. Beberapa orang mengkhususkan waktu sunat berdasarkan hari lahir (Jawa: weton), hari baik yang telah diperhitungkan, atau beberapa hari lainnya. Tindakan ini disertai dengan keyakinan bahwa waktu adalah saat yang tepat untuk melakukan sunat dan tidak boleh melakukan sunat melebihi waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Jika sunat dari masa ini akan menjadi bencana. Ini tidak benar dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Sepanjang waktu adalah saat yang tepat untuk disunat. Pilihan waktu sunat tidak ada hubungannya dengan kebaikan dan keburukan seseorang. Intinya, nasib baik dan nasib buruk seseorang adalah keputusan Allah Ta'ala, tidak ada hubungannya dengan momen-momen tertentu. Percaya bahwa hari-hari tertentu adalah hari sial atau hari keberuntungan yang menyebabkan seseorang melakukan atau tidak melakukan tindakan termasuk keyakinan yang dilarang dalam Islam, bahkan bisa termasuk dosa syirik.

Di tempat ketiga Anda tidak bisa menangis saat disunat
Beberapa orang tua melarang anak mereka menangis saat proses penyunatan dilakukan. Sebenarnya ini baik-baik saja. Tapi apa yang salah adalah ketika dikaitkan dengan keyakinan tertentu. Karena menyebar di beberapa komunitas yang ketika disunat menangis nanti anak tersebut akan menerima pasangan janda. Mitos ini dengan keyakinan ini tidak benar. Seorang Muslim seharusnya tidak mempercayai mitos semacam ini.

Keempat. Anda tidak bisa membawa khitanan dengan saudara-saudara pada waktunya.
Ada juga mitos yang tersebar di masyarakat bahwa ketika bersaudara sekaligus waktu khitannya maka salah satunya ada masalah dengan sunat. Keyakinan ini juga merupakan kepercayaan yang salah dan bertentangan dengan Islam. Penyunatan sunat tidak dipengaruhi oleh kondisi sunat secara bersamaan antara saudara kandung. Penyembuhan sunat dipengaruhi oleh keadaan kesehatan, perawatan luka dan faktor gizi anak yang disunat. Jadi jika ada saudara yang disunat pada saat bersamaan, ini tidak masalah dan tidak akan mempengaruhi penyembuhan luka pada salah satu anak.

Kelima. Membongkar bagian kulit yang dipotong.
Beberapa orang tua yang anaknya disunat meminta kulit penis dipotong untuk dibawa pulang. Hal ini juga sering terjadi saat kita berlatih. Saat ditanya, "Kenapa Pak?". "Untuk mengubur Doc," katanya. Beberapa yang melakukan tindakan ini dengan keyakinan tertentu bahwa mengubur kulit yang dipotong adalah "membuang nasib buruk". Meski kulit dipotong merupakan sisa kulit biasa, tidak ada kaitannya dengan kemalangan seseorang. Tindakan dan kepercayaan semacam itu juga mencakup kepercayaan yang dilarang dalam Islam.

Keenam. Setelah pertumbuhan anak lebih cepat
Ada juga anggapan luas di masyarakat bahwa jika anak setelah disunat maka tubuh mereka akan tumbuh menjadi lebih besar lebih cepat. Ini tidak tepat. Pertumbuhan anak tidak terkait langsung dengan sunat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah hormon, nutrisi dan keturunan. Just a coincidence factor jika misalnya anak setelah sunat lebih cepat. Karena kebanyakan anak disunat seiring dengan bertambahnya umurnya yaitu sekitar usia 10-12 tahun. Karena itu, bukan karena faktor sunat yang mempengaruhi pertumbuhan anak yang cepat.

Ketujuh. Tidak bisa makan daging dan telur setelah disunat
Ada mitos yang beredar di masyarakat itu.

Baca juga : Lokasi Dokter Khitan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Memilih Jam Tangan Yang Sesuai Dan Yang Pasti Buat Kamu Tampil Modis

Tips Bepakaian Untuk Wanita Kurus Tinggi

Kacang Tidak Bikin Jerawatan, Tapi Perhatikan Cara Mengolahnya